Selasa, 03 Mei 2011

CERITA CINTA ANTARA AKU DAN DIA

Rama, dia adalah teman kakakku yang bernama vinz. Pertama kali aku melihatnya, secara fisik aku menilai dia cowok jelek, item, badan tak berbentuk, gak mbois, dekil. Idiih yang pasti dia bukan tipe cowokku banget deh. Setelah aku mengenalnya, aku mulai tau sifat dia yang sebenarnya. Saat itu aku sedang smsan dengan Rama, aku lupa apa saja yang aku bicarakan di sms saat itu karna kejadian ini terjadi hampir satu tahun yang lalu. Yang pasti saat aku smsan dengannya, tak sengaja aku mengejeknya “doz, wedhoz”. Rama marah besar padaku. Awalnya aku hanya bercanda dan aku tak tau bila ejekanku itu membuat dia sakit hati sehingga dia mengatakan “JANCOK” padaku  Aku ketakutan saat itu, karna baru pertama kalinya aku di pisui sama seorang cowok. Sehingga aku langsung menilai dia seorang cowok yang kasar sama perempuan, emosional, nakal, dan tak punya hati. Saat itulah aku mulai membenci dia dan menganggap dia musuh cowok pertamaku..


Beberapa bulan kemudian, pada malam hari ada sms dari teman kakakku yang tidak sengaja aku buka dan aku baca. Ternyata itu sms dari Rama. Karna kakakku sudah tertidur lelap, jadi sms itu aku balas “Vinz udah tidur”. Dia membalas “lha kon sopo?”. Aku jawab “aku nana adeknya Vinz”. Sehingga kita berlanjut smsan seperti teman biasa. Tidak tau gimana ceritanya tiba-tiba Rama berkata “kamu mau gak jadi pacarku?”. Karna saat itu aku sedang jomblo, dengan begonya aku nerima dia. Sehingga tanggal 11 Desember 2009 menjadi hari jadian aku dengannya dan dia menjadi pacarku yang ketiga..



Selama aku jadian dengannya, tidak ada feeling dan camestry sama sekali di antara kita berdua. Karna sebenarnya kita pacaran cuma buat status”an doank. Kita berdua hanya bermain cinta. Tiga hari kemudian, hubunganku dengan dia ketauan sama Vinz dan ternyata Vinz tidak setuju sama hubunganku dengan alasan Rama bukan cowok yang baik buatku. Akhirya Rama mutusin aku pada tanggal 14 Desember 2009. Setelah putus dengannya, tanpa sengaja air mataku keluar. Aku bingung pada saat itu, aku terus bertanya-tanya dalam hati “kenapa ya kok aku nangis ? padahal kan aku gak ada rasa sama sekali ke Rama”..



Keesokan harinya, saat aku sekolah, air mataku masih terus mengalir. Teman-temanku pada tanya, “kenapa kok nangis?”. Aku langsung menceritakan semua kepada temanku. Karna mereka gak tega ngelihat aku nangis, salah satu temanku yang bernama Ayu membantu aku, dia sms Rama. Aku tak tau apa saja yang di bicarakan mereka berdua lewat sms tersebut. Tiba-tiba tanpa ku duga Rama mengajak aku balikan. Senangnya hatiku saat itu. Tetapi saat itu kita backstreet dari Vinz. Sepuluh hari kemudian, aku sms Rama dan saat itu hape Rama di bawa oleh Vinz. Akhirnya kita ketauan dan Vinz langsung menyuruh kita putus. Sehingga kita putus pada tanggal 25 Desember 2009. *pepatah : sapandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga*. Aku sadar, pepatah tersebut benar..



Meskipun kita pacaran bentar banget, tapi ada satu hal yang menjadi kenangan tak bisa terlupakan olehku. Karna dia adalah cowok pertama yang menggonceng aku, hahaha ndeso. Yah karna dia baru pacar ketigaku, jadi aku masih belum berani nyabuk. eman banget reek ! hahaha :D



Berbulan-bulan kemudian, kita sudah lost contact. Aku udah bisa melupakan Rama. Tapi tiba” pada tanggal 10 April 2010, Rama sms aku lagi. Aku tak menduga, Rama mengajakku balikan disaat aku sudah punya pacar yang bernama Adi. Sebernya dia tau kalau aku sudah punya pacar, tapi dia tetap memaksa dan dengan seribu rayuan gombal dan janji-janji palsunya yang dapat membuat hatiku luluh, akhirnya aku nerima dia lagi. Sehingga pada tanggal 12 April 2010, aku memutuskan untuk berpisah dengan Adi karna aku lebih memilih Rama..



Baru seminggu kita jadian, ada kabar buruk dari temanku yang bernama Oni kalau Rama punya pacar dua yaitu aku dan Diah (sahabat Vinz). Awalnya aku tak percaya dengan omongan Oni, hingga akhirnya Rama berkata jujur padaku jika dia memang mempunyai pacar dua. Hancur hatiku saat mendengar itu. Tapi karna aku masih belum terlalu sayang dengannya, aku beri kebebasan dia buat selingkuh. Setelah kurang lebih satu minggu, aku menanyakan janjinya untuk memutuskan Diah. Rama bilang dia sudah memutuskan Diah, hatiku lega. Tetapi setalah 2 bulan berlalu, aku baru tau ternyata Rama bohong padaku. Dia masih berpacaran dengan Diah. Hingga akhirnya Diah mutusin Rama dan aku menjadi satu”nya buat Rama..



Empat bulan sudah aku pacaran dengan Rama, kabar burukpun datang menhampiriku. Vinz berkata padaku bila Rama mempunyai pacar empat. Aku langsung menanyakan pada Rama untuk memastian berita itu. Ternyata benar, Rama berkata jujur bila dia mempunyai pacar empat yaitu Nana (aku), Vii, Ndja, dan Tii. Hancur langsung hati ini rasanya, tapi tetap aja aku gak bisa mengucapkan kata putus ke Rama *BEGO*. Akhirnya aku menunggu Rama yang mutusin aku. Aku diamin dia berhari-hari sampe akhirnya dia mengucapkan kata ‘putus’ padaku pada tanggal 15 Agustus 2010..



Kita sempet lost contact selama berhari-hari. Tidak lama kemudian, Rama menceritakan semuanya, dia bilang kalau sebenernya dulu dia cuma bohongan. Rama mengatakan kalau dia gak pernah nyelingkuhi aku. Tapi aku masih belum bisa percaya padanya, karna aku merasa kalau semua yang di katakannya hanya cerita palsu dan rayuan” gombal seorang cowok. Dia berusaha meyakinkan aku, hingga akhinya dia memberi nomer telpon Tii untuk meyuruh aku menanyakan padanya dan menyuruh aku datang langsung ke sekolah Vii dan Ndja. Aku langsung menanyakan pada Tii “kamu pacarnya Rama bukan?”. Dan Tii menjawab “iya aku pacarnya”. Aku langsung kesal pada Rama, dan aku bilang “omonganmu palsu kabeh cok!”. Rama bingung dan aku langsung cerita tentang apa yang aku bicarakan dengan Tii. Rama marah besar pada Tii karna ternyata Tii bohong padaku. Akhirnya Tii minta maaf padaku. Saat itu aku bingung, ‘aku lho udah bukan sapa”nya Rama lagi, kenapa Tii harus minta maaf ke aku yaa(?)..



Satu bulan kemudian tepatnya pada tanggal 17 September 2010, Rama kembali memberikan seribu rayuan gombalnya dan janji palsunya itu untuk mengajakku balikan dengannya. Dan aku tak bisa menolaknya karna jujur aku masih sayang pada Rama. Tapi baru sebentar kita jadian, aku udah dapat kabar lagi kalau Rama selingkuh lagi sama Vii, jancook dalam hatiku berkata. Semenjak kejadian itu, aku mulai berani mutusin Rama karna aku udah cukup tersakiti karnanya. Tetapi dia tidak mau, dia janji akan mutusin Vii secepatnya. Berhari-hari kemudian aku bertanya dan ternyata dia belum putus juga, aku sangat kesal. Hingga akhirnya suatu saat Vii mutusin Rama dan aku kembali menjadi satu”nya untuk Rama..



Tapi saat hari ulang tahunku yang ke-14 tanggal 17 Oktober 2010, aku merasa sudah cukup dewasa dan aku ingin hidup lebih baik lagi. Dan Vinz berkata padaku bila Rama balikan dengan Ndja. Akhirnya aku berniat untuk memutuskan Rama pada hari ulang tahunku itu. Tetapi Rama gak terima tak putusin, dia marah” dan langsung curhat ke Ndja. Ndja langsung sms aku bertanya “kamu putus ta sama Rama?”. Aku membalas “iya. Kenapa? Kamu pacarnya Rama kan?”. Dan Ndja menjawab “bukan, aku udah putus sebulan yang lalu”. Saat itu penyesalan langsung hadir dalam diriku, aku gak menyangka kalau Rama benar” udah setia ma aku. Dengan rasa sangat malu aku mengirimkan lirik ‘kesempatan kedua-tangga’ pada Rama. Senangnya hati ini karna Rama membalas “pasti ada kesempatan kok buat kamu. Tapi aku gak mau kejadian tadi terulang kembali”. HOREEE !! :D



Seminggu kemudian Rama sms aku, dia bilang kangen. Dia mengajak ketemuan. Oke aku turutin kemauannya buat ketemuan. Kita janjian ketemu jam 11.00 wib. Aku menunggunya sampai waktu menunjukkan pukul 11.45 wib. Aku sms Rama “kamu sampai mana?”. Dia membalas “bentar 5 menit lagi, aku masih beli bensin”. Akhirnya aku menunggu hingga waktu menunjukkan pukul 12.00 dia belum juga datang. Tiba-tiba ada sms dari Rama “maaf, aku gak bisa”. Muangkeeel puool rasanya aku saat itu. Gimana gak mangkel ? udah di tunggu sampe satu jam, eh gak jadi. Dan lebih mangkelnya lagi dia sms “marah ta? Putus ae wes”. Jancok, jancok dan jancok kata-kata yang bisa ku ucapkan saat itu. Akhirnya kita putus dan aku membuat perjanjian ‘aku tidak akan pernah lagi balikan sama anak yang bernama IFR’..



*pesan untuk IFR :
 Hanya satu kini pintaku. Jangan kau kembali dan jauhi hidupku. Lakukan saja semua apa yang kau mau. Kini ku tlah bahagia tanpa dirimu.. Dulu kau ada di hatiku. Menjadi bagian terindah dalam diriku. Namun kau berpaling dan kecewakan diriku. Kau buat hati ini hancur dan membeku. Andaikan ku mampu bertahan. Kan ku coba untuk memahami. Meski kau tak mampu lagi untuk mencinta. Namun hati ini akan tetap ku jaga.. Sungguh teganya kau meninggalkanku. Di saat ku mencintaimu. Dengan mudahnya kau melupakan aku. Dengan mudahnya kau menghapus aku 
NB : semua nama hanyalah nama samaran